Contoh Surat Serah Terima Barang dan Cara Membuatnya

contoh surat serah terima barang

TL;DR

Surat serah terima barang (BAST) adalah dokumen resmi yang menjadi bukti perpindahan barang dari satu pihak ke pihak lain. Komponen utamanya meliputi identitas kedua pihak, rincian barang, tanggal serah terima, dan tanda tangan. Dokumen ini penting untuk menghindari sengketa dan menjaga transparansi, terutama untuk barang inventaris kantor dan proyek pengadaan.

Bayangkan Anda menerima lima unit laptop baru untuk tim kantor, tapi sebulan kemudian ada yang mengklaim hanya mengirim empat unit. Tanpa contoh surat serah terima barang yang benar, situasi seperti ini bisa berlarut-larut tanpa penyelesaian yang jelas. Dokumen ini memang terlihat sederhana, tapi fungsinya bisa menyelamatkan Anda dari masalah besar di kemudian hari.

Apa Itu Surat Serah Terima Barang?

Surat serah terima barang, atau sering disebut Berita Acara Serah Terima (BAST), adalah dokumen tertulis yang mengonfirmasi bahwa telah terjadi pengalihan barang dari satu pihak ke pihak lain. Menurut Mekari Jurnal, dokumen ini mencatat secara detail jenis, jumlah, dan kondisi barang saat diserahkan, serta kapan dan di mana proses tersebut berlangsung.

BAST bukan sekadar formalitas administratif. Dokumen ini memiliki kekuatan hukum yang bisa digunakan sebagai bukti jika di kemudian hari terjadi perselisihan terkait jumlah, kondisi, atau kepemilikan barang yang diserahterimakan.

Fungsi Surat Serah Terima Barang

Ada beberapa alasan mengapa surat serah terima barang penting untuk dimiliki dalam setiap proses perpindahan barang:

  • Bukti hukum: menjadi dasar jika ada sengketa terkait kondisi atau jumlah barang yang diterima
  • Transparansi: memastikan kedua pihak sepakat tentang apa yang diserahkan dan dalam kondisi seperti apa
  • Pencatatan inventaris: menjadi lampiran dalam laporan stok barang, sehingga meminimalkan selisih saat stock opname
  • Akuntabilitas: mencegah kecurangan dalam proses serah terima, terutama di lingkungan kantor atau proyek pemerintah
  • Pelacakan aset: membantu perusahaan melacak siapa yang bertanggung jawab atas setiap aset

Komponen Wajib dalam Surat Serah Terima Barang

Agar sah dan bisa dipertanggungjawabkan, sebuah surat serah terima barang harus memuat komponen berikut:

  1. Kop surat atau header: berisi nama perusahaan atau instansi, logo, alamat, dan nomor kontak
  2. Judul dokumen: “Berita Acara Serah Terima Barang” atau “Surat Serah Terima Barang”, dilengkapi nomor surat untuk keperluan pengarsipan
  3. Identitas pihak penyerah: nama lengkap, jabatan, dan instansi atau perusahaan
  4. Identitas pihak penerima: data yang sama dengan pihak penyerah
  5. Rincian barang: nama barang, merek, nomor seri (jika ada), jumlah, dan kondisi saat diserahkan
  6. Tanggal dan lokasi serah terima: kapan dan di mana proses berlangsung
  7. Tanda tangan kedua pihak: disertai nama jelas dan stempel (jika ada)
  8. Saksi (opsional): disarankan untuk barang bernilai tinggi

Menurut MekariSign, untuk transaksi dengan nilai barang di atas Rp5.000.000, sebaiknya dokumen dilengkapi materai agar memiliki kekuatan hukum yang lebih kuat.

Baca juga: Pengertian Produsen, Distributor, dan Konsumen dalam Ekonomi

Contoh Surat Serah Terima Barang Inventaris Kantor

Berikut contoh format surat serah terima barang yang bisa Anda gunakan sebagai referensi untuk keperluan inventaris kantor:

BERITA ACARA SERAH TERIMA BARANG
Nomor: 045/BAST/IV/2026

Pada hari ini, Selasa, 1 April 2026, bertempat di Kantor PT Maju Bersama, Jakarta, telah dilaksanakan serah terima barang inventaris dari:

Pihak Pertama (Yang Menyerahkan)
Nama: Ahmad Fauzi
Jabatan: Kepala Divisi Pengadaan
Instansi: PT Maju Bersama

Pihak Kedua (Yang Menerima)
Nama: Siti Rahayu
Jabatan: Kepala Divisi Operasional
Instansi: PT Maju Bersama

Barang yang diserahterimakan adalah sebagai berikut:

NoNama BarangJumlahKondisi
1Laptop ASUS VivoBook 143 unitBaru
2Printer HP LaserJet Pro1 unitBaru
3Meja kerja kayu jati5 unitBaik

Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Contoh Surat Serah Terima Barang Proyek

Untuk proyek pengadaan atau konstruksi, format BAST sedikit berbeda karena biasanya melibatkan lebih banyak detail teknis:

BERITA ACARA SERAH TERIMA BARANG
Nomor: 112/BAST-PBJ/IV/2026

Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja Nomor 089/SPK/III/2026, tanggal 15 Maret 2026, tentang Pengadaan Peralatan Laboratorium, dengan ini dinyatakan bahwa:

Pihak Pertama (Penyedia)
Nama: CV Laborindo Pratama
Alamat: Jl. Industri No. 45, Surabaya
Diwakili oleh: Hendra Wijaya (Direktur)

Pihak Kedua (Penerima)
Nama: Dinas Kesehatan Kota Surabaya
Diwakili oleh: dr. Rina Marlina (Kepala Dinas)

Telah menyerahkan barang sesuai spesifikasi teknis dalam kontrak, dengan rincian dan kondisi yang telah diperiksa dan diterima dengan baik oleh Pihak Kedua.

Format ini biasanya dilengkapi lampiran berupa daftar barang dengan spesifikasi teknis, foto dokumentasi kondisi barang, dan berita acara pemeriksaan yang ditandatangani oleh tim pemeriksa.

Tips Membuat Surat Serah Terima Barang

Membuat BAST yang baik bukan hanya soal mengisi template. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar dokumen benar-benar berfungsi dengan baik:

  • Tulis rincian barang selengkap mungkin. Jangan hanya menulis “laptop 3 unit”. Tambahkan merek, tipe, nomor seri, dan kondisi. Semakin detail, semakin kecil kemungkinan sengketa di kemudian hari
  • Dokumentasikan dengan foto. Terutama untuk barang bernilai tinggi atau barang bekas, foto kondisi barang saat serah terima menjadi bukti tambahan yang sangat berguna
  • Buat rangkap minimal dua. Satu untuk pihak penyerah, satu untuk pihak penerima. Untuk proyek pemerintah, biasanya dibuat rangkap tiga atau lebih
  • Pastikan tanda tangan lengkap. Menurut Total ERP, BAST baru sah jika ditandatangani oleh semua pihak yang terlibat. Tanpa tanda tangan, dokumen tidak memiliki kekuatan hukum
  • Simpan dokumen dengan rapi. Arsipkan berdasarkan tanggal atau nomor surat agar mudah ditemukan saat dibutuhkan

Kesalahan Umum dalam Pembuatan BAST

Beberapa kesalahan yang sering terjadi dan sebaiknya dihindari:

  • Tidak mencantumkan kondisi barang saat diserahkan, padahal ini menjadi dasar jika ada klaim kerusakan
  • Menggunakan deskripsi barang yang terlalu umum tanpa merek, tipe, atau nomor seri
  • Lupa menambahkan tanggal, sehingga sulit menentukan kapan tanggung jawab berpindah
  • Hanya satu pihak yang menandatangani, sehingga dokumen bisa dipertanyakan keabsahannya
  • Tidak menyimpan salinan, padahal dokumen asli bisa hilang atau rusak

Contoh surat serah terima barang di atas bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk keperluan kantor, proyek pengadaan, maupun transaksi pribadi. Yang terpenting, pastikan setiap perpindahan barang tercatat dengan jelas agar kedua pihak sama-sama terlindungi. Dokumen yang baik bukan yang paling panjang, tapi yang paling lengkap informasinya.

FAQ

Apa itu surat serah terima barang?

Surat serah terima barang atau BAST adalah dokumen resmi yang menjadi bukti perpindahan barang dari satu pihak ke pihak lain. Dokumen ini mencatat rincian barang, kondisi, tanggal, dan ditandatangani oleh kedua pihak.

Apakah surat serah terima barang harus pakai materai?

Materai tidak selalu wajib, tapi disarankan untuk transaksi dengan nilai barang di atas Rp5.000.000. Materai memberikan kekuatan hukum tambahan pada dokumen jika suatu saat dibutuhkan sebagai bukti di pengadilan.

Siapa yang harus menandatangani BAST?

BAST harus ditandatangani oleh pihak yang menyerahkan dan pihak yang menerima barang. Untuk barang bernilai tinggi, disarankan menambahkan saksi yang juga ikut menandatangani dokumen.

Apa bedanya surat serah terima barang dan tanda terima?

Tanda terima biasanya lebih sederhana dan hanya mengonfirmasi bahwa barang sudah diterima. Surat serah terima barang (BAST) lebih lengkap karena mencantumkan identitas kedua pihak, rincian barang, kondisi, dan ditandatangani bersama.

Apakah ada template surat serah terima barang gratis?

Ya, banyak situs seperti Kledo, Mekari Jurnal, dan Vida yang menyediakan template gratis dalam format Word, PDF, dan Excel. Anda bisa mengunduhnya dan menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau instansi Anda.

Scroll to Top